Perikanan

Penyakit Parasit dalam Budidaya Ikan Lele

Penyakit Parasit dalam Budidaya Ikan Lele

Gejala klinis Penyakit white spot pada ikan lele cukup khas dan mudah dikenali, salah satunya adalah perilaku ikan yang sering menggosokkan tubuhnya ke dinding atau dasar kolam. Perilaku ini muncul akibat rasa gatal dan iritasi hebat yang ditimbulkan oleh parasit. Selain itu, ikan tampak gelisah, sering muncul ke permukaan air, dan nafsu makannya menurun sebagai respons terhadap Penyakit yang diderita.

Penanganan Penyakit white spot dapat dilakukan dengan beberapa metode yang relatif sederhana namun efektif. Salah satu cara yang umum digunakan adalah meningkatkan suhu air kolam hingga di atas 28°C untuk mempercepat siklus hidup parasit sehingga lebih mudah dikendalikan. Metode ini harus dilakukan secara bertahap agar ikan tidak mengalami stres tambahan akibat perubahan suhu mendadak.

Selain peningkatan suhu, perendaman ikan dalam larutan garam dapur dengan dosis 100–200 gram per meter kubik air juga efektif untuk mengatasi Penyakit ini. Kombinasi penggunaan formalin dan Malachite Green sering diterapkan pada skala budidaya intensif, namun penggunaannya harus hati-hati dan sesuai dosis agar tidak menimbulkan dampak negatif pada ikan maupun lingkungan.

Trichodiniasis sebagai Penyakit Parasit yang Sering Terabaikan

Selain white spot, Penyakit parasit lain yang sering menyerang ikan lele adalah trichodiniasis yang disebabkan oleh Trichodina sp. Parasit ini berbentuk seperti piringan dan bergerak berputar di permukaan kulit serta insang ikan. Penyakit ini sering kali tidak langsung disadari karena gejalanya cenderung ringan pada tahap awal, namun dapat berkembang menjadi serius jika tidak ditangani.

Trichodina sp. memiliki kemampuan berkembang biak melalui pembelahan diri dan dapat hidup bebas di air tanpa inang selama lebih dari dua hari. Hal ini membuat Penyakit trichodiniasis mudah menyebar, terutama pada kolam dengan kepadatan ikan tinggi dan kualitas air yang buruk. Kondisi air dengan oksigen terlarut rendah menjadi lingkungan ideal bagi parasit ini untuk berkembang.

Ikan lele yang terserang Penyakit trichodiniasis biasanya tampak lemas, gerakannya lamban, dan warna tubuhnya terlihat kusam. Pada tingkat infeksi yang parah, insang ikan dapat mengalami kerusakan sehingga mengganggu proses pernapasan. Jika dibiarkan, Penyakit ini dapat menurunkan produktivitas budidaya secara signifikan.

Ektoparasit Lain: Dactylogyrus dan Gyrodactylus

Selain protozoa, ikan lele juga rentan terhadap Penyakit akibat serangan cacing monogenea seperti Dactylogyrus sp. yang menyerang insang dan Gyrodactylus sp. yang menyerang kulit. Penyakit ini sering muncul pada sistem budidaya dengan manajemen air yang kurang baik dan kepadatan ikan yang tinggi. Cacing ini menempel kuat pada jaringan ikan dan menyebabkan iritasi serta kerusakan jaringan.

Baca Juga : Pakan Alternatif Berbasis Protein Nabati dan Hijauan untuk Budidaya Ikan Lele

Penyakit akibat Dactylogyrus sp. biasanya ditandai dengan ikan yang sering megap-megap di permukaan air karena insangnya terganggu. Sementara itu, infeksi Gyrodactylus sp. menyebabkan produksi lendir berlebih pada kulit ikan, membuat tubuh ikan tampak licin dan kusam. Kedua jenis Penyakit ini dapat melemahkan ikan dan membuka peluang terjadinya infeksi sekunder.

Pengendalian Penyakit akibat cacing monogenea dapat dilakukan dengan perbaikan kualitas air, pengurangan kepadatan ikan, serta penggunaan obat antiparasit yang sesuai. Pencegahan tetap menjadi langkah terbaik agar Penyakit ini tidak berkembang dan menimbulkan kerugian besar.

Strategi Pencegahan Penyakit Parasit pada Budidaya Lele

Pencegahan Penyakit parasit dalam budidaya ikan lele sebaiknya dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Menjaga kualitas air tetap stabil, dengan parameter suhu, pH, dan oksigen terlarut yang sesuai, merupakan langkah dasar yang sangat penting. Lingkungan kolam yang sehat akan meningkatkan daya tahan tubuh ikan sehingga lebih mampu melawan Penyakit.

Manajemen kepadatan ikan juga berperan besar dalam mencegah Penyakit parasit. Kepadatan yang terlalu tinggi akan meningkatkan stres pada ikan dan mempercepat penyebaran parasit. Dengan mengatur jumlah ikan sesuai kapasitas kolam, risiko Penyakit dapat ditekan secara signifikan.

Selain itu, penerapan biosekuriti seperti karantina benih sebelum ditebar, pembersihan peralatan budidaya, dan pengelolaan sisa pakan dapat membantu memutus siklus hidup parasit. Dengan pendekatan pencegahan yang tepat, Penyakit parasit dapat dikendalikan sehingga budidaya ikan lele menjadi lebih sehat, produktif, dan menguntungkan.

Baca Informasi Lengkap Lainnya Seputar Dunia Pertanian Hanya di Buletin Pertanian Agrinow!

Related posts

Tentang Kami

Rumah Tani

Etnobiologi, Memahami Dinamika Hubungan Manusia dengan Alam

Editor

Lele Masamo : Ikan Lele Unggul dengan Pertumbuhan Cepat, Tahan Penyakit, dan Potensi Bisnis Menjanjikan

Rumah Tani

Leave a Comment