BeritaPertanian

Hilirisasi Pertanian Dorong Produk Kelapa dan Rempah Lokal Tembus Pasar Ekspor

Hilirisasi Pertanian Dorong Produk Kelapa dan Rempah Lokal Tembus Pasar Ekspor

Rumah Tani – Hilirisasi pertanian membuka peluang baru bagi masyarakat desa untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memperluas pasar komoditas lokal. Melalui inovasi pengolahan hasil panen, produk seperti kelapa dan rempah kini memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan mampu bersaing di pasar internasional.

Dua wirausaha muda, Ella Rizki dan Asri Saraswati Iskandar, menunjukkan bagaimana inovasi bisnis dapat mengubah potensi pertanian lokal menjadi produk bernilai tambah. Keduanya membangun usaha yang tidak hanya mengembangkan produk olahan, tetapi juga memperkuat kapasitas dan kesejahteraan petani di daerah masing-masing.

PT Pupuk Indonesia (Persero) memberikan apresiasi kepada kedua wirausaha tersebut melalui ajang Svarna Bhumi Award 2026. Penghargaan yang bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda 2026 ini menjadi bentuk pengakuan terhadap kontribusi generasi muda dalam mendorong inovasi dan penguatan sektor pangan nasional.

Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia, Yehezkiel Adiperwira, menilai regenerasi petani membutuhkan ekosistem usaha yang mampu memberikan keuntungan ekonomi secara berkelanjutan.

“Ketahanan pangan nasional tidak hanya bergantung pada ketersediaan pupuk, tetapi juga penciptaan ekosistem yang kuat dan inovatif. Keterlibatan generasi muda dalam hilirisasi memberikan nilai ekonomi yang lebih optimal bagi petani,” ujar Yehezkiel.

Ella Rizki Kembangkan Produk Kelapa dan Nira hingga Pasar Ekspor

Ella Rizki, wirausaha asal Desa Trenten, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, mengembangkan potensi kelapa dan nira melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) Nira Lestari. Ia mendirikan kelompok tersebut pada 2015 dengan membawa pengalaman dan pengetahuan dari lingkungan keluarga petani nira.

Melalui KWT Nira Lestari, Ella mengajak masyarakat mengolah hasil pertanian menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Ia mengembangkan gula semut dan virgin coconut oil (VCO) sebagai produk unggulan berbasis kelapa dan nira.

Inovasi tersebut membuka peluang baru bagi petani yang sebelumnya lebih banyak menjual hasil panen dalam bentuk bahan mentah. Dengan mengolah komoditas sebelum memasarkannya, kelompok tani dapat memperoleh nilai tambah sekaligus memperluas jangkauan konsumen.

Ella juga membina lebih dari 500 petani melalui kegiatan usahanya. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya potensi pemberdayaan masyarakat ketika pelaku usaha menghubungkan kegiatan produksi pertanian dengan pengolahan dan pemasaran.

Baca Juga :

“Kelapa yang dulu cuma dijual mentah, sekarang bisa jadi produk yang menembus pasar ekspor. Inilah hilirisasi yang mampu mengubah nasib ekonomi petani,” ungkap Ella.

Agradaya Terapkan Rumah Surya untuk Tingkatkan Kualitas Rempah

Inovasi serupa juga berkembang di kawasan Perbukitan Menoreh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Asri Saraswati Iskandar bersama suaminya, Andhika Mahardika, membangun Agradaya sebagai usaha yang berfokus pada pemberdayaan petani rempah.

Agradaya mengembangkan pola usaha yang mendorong petani meningkatkan kualitas komoditas, bukan sekadar memasok bahan baku mentah. Melalui pendekatan tersebut, petani memiliki kesempatan untuk memahami standar pengolahan yang dibutuhkan pasar.

Salah satu inovasi unggulan Agradaya adalah solar dryer house atau Rumah Surya. Fasilitas ini memanfaatkan energi matahari untuk mengeringkan hasil pertanian sehingga proses pengeringan dapat berjalan lebih terkontrol dan tidak sepenuhnya bergantung pada kondisi cuaca.

Teknologi tersebut membantu petani menjaga kualitas rempah selama proses pascapanen. Pengeringan yang lebih terkontrol juga menjadi bagian penting dalam memenuhi standar kualitas produk untuk pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.

Selain memperkenalkan teknologi, Asri menaruh perhatian pada transfer pengetahuan kepada petani. Ia mendorong petani memahami proses pengolahan, menjaga konsistensi mutu, serta menerapkan standar kualitas yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Melalui kegiatan usahanya, Agradaya telah bermitra dengan lebih dari 300 petani di kawasan Kulon Progo dan sekitarnya.

Hilirisasi Pertanian Buka Peluang Ekonomi bagi Generasi Muda

Kiprah Ella dan Asri memperlihatkan dua pendekatan pengembangan komoditas pertanian melalui hilirisasi. Ella mengoptimalkan potensi kelapa dan nira menjadi produk olahan seperti gula semut dan VCO, sedangkan Asri mengembangkan pengolahan rempah dengan dukungan teknologi pengeringan tenaga surya.

Berikut gambaran kontribusi kedua wirausaha muda tersebut berdasarkan data yang disampaikan Pupuk Indonesia:

AspekElla RizkiAsri Saraswati Iskandar
UsahaKWT Nira LestariAgradaya
LokasiMagelang, Jawa TengahKulon Progo, Yogyakarta
KomoditasKelapa dan niraRempah-rempah
Mitra/petaniLebih dari 500 petani dibinaLebih dari 300 petani bermitra
InovasiGula semut dan VCOSolar Dryer House
DampakPengembangan produk olahan dan pasar eksporPeningkatan kualitas pengolahan rempah

Pupuk Indonesia berharap Svarna Bhumi Award 2026 dapat mendorong lebih banyak anak muda untuk melihat pertanian sebagai sektor usaha yang menjanjikan. Menurut perusahaan tersebut, inovasi pengolahan hasil panen dan kolaborasi dengan petani menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pertanian yang lebih kuat.

Baca Juga :

Yehezkiel menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam memperkuat sektor pertanian melalui inovasi dan kerja sama dengan berbagai pihak.

“Kami percaya generasi muda memegang kunci dalam penguatan ekosistem pertanian. Dengan inovasi dan kolaborasi, mereka dapat membantu petani naik kelas sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia,” tutup Yehezkiel.

Baca Informasi Lengkap Lainnya Seputar Dunia Pertanian Hanya di Buletin Pertanian Agrinow!

Related posts

Mengenal Lebih Dekat Jenis-Jenis Mawar, Pesona dan Keunikan Setiap Kelompok Tanaman Mawar

Rumah Tani

Welke spellen zijn trending bij Spinmama Casino?

Rumah Tani

Sektor Pertanian Sumbang 12,67 Persen PDB, Pendorong Utama Ekonomi Indonesia di Kuartal I 2026

Editor

Leave a Comment