Sifat shattering pada Oryza rufipogon merupakan hasil seleksi alam yang memastikan penyebaran benih secara alami tanpa bergantung pada manusia. Benih yang jatuh ke lingkungan sekitarnya memiliki peluang besar untuk tumbuh kembali, terutama di habitat rawa yang kaya air dan nutrisi. Strategi ini menjadikan Oryza rufipogon sangat sukses mempertahankan populasinya di alam.
Selain mudah rontok, Oryza rufipogon juga memiliki dormansi benih yang sangat kuat. Dormansi ini berfungsi sebagai mekanisme perlindungan agar benih tidak berkecambah pada kondisi lingkungan yang belum ideal. Dengan kombinasi shattering dan dormansi, Oryza rufipogon mampu memastikan kelangsungan hidup generasinya dalam jangka panjang meskipun menghadapi perubahan iklim dan lingkungan ekstrem.
Perbedaan Mendasar Oryza rufipogon dan Padi Budidaya
Perbedaan paling mendasar antara Oryza rufipogon dan padi budidaya terletak pada tujuan evolusi dan seleksi yang dialami masing-masing. Oryza rufipogon berevolusi secara alami untuk bertahan hidup tanpa campur tangan manusia, sedangkan padi budidaya dikembangkan melalui seleksi buatan untuk memenuhi kebutuhan pangan manusia.
Pada Oryza rufipogon, sifat-sifat seperti tinggi tanaman ekstrem, awn panjang, shattering, dan dormansi kuat merupakan keunggulan adaptif. Sebaliknya, pada padi budidaya, sifat-sifat tersebut justru dianggap tidak menguntungkan karena menyulitkan proses panen dan pengelolaan hasil. Oleh karena itu, manusia secara bertahap menyingkirkan sifat liar tersebut dalam proses domestikasi.
Meski demikian, Oryza rufipogon tetap memiliki nilai yang sangat tinggi karena menyimpan gen-gen asli yang tidak lagi dimiliki oleh padi budidaya modern. Perbedaan ini menjadikan Oryza rufipogon sebagai sumber daya genetik yang sangat penting untuk pengembangan varietas padi masa depan yang lebih tangguh.
Peran Oryza rufipogon dalam Pemuliaan Tanaman
Dalam dunia pemuliaan tanaman, Oryza rufipogon dikenal sebagai sumber “gen-gen yang hilang” akibat proses domestikasi jangka panjang. Spesies ini memiliki tipe genom AA yang sama dengan padi budidaya, sehingga dapat disilangkan secara langsung tanpa hambatan sterilitas yang berarti. Hal ini menjadikan Oryza rufipogon sangat berharga dalam program pemuliaan modern.
Penelitian telah menunjukkan bahwa Oryza rufipogon menyimpan gen ketahanan terhadap berbagai penyakit penting, termasuk penyakit blas yang disebabkan oleh jamur. Melalui pemetaan QTL, ditemukan gen Pirf2-1(t) dari Oryza rufipogon yang mampu memberikan ketahanan dominan terhadap berbagai ras penyakit blas ketika disilangkan dengan varietas populer seperti IR64.
Keberhasilan pemanfaatan Oryza rufipogon dalam pemuliaan tanaman membuktikan bahwa padi liar bukan penghambat pertanian, melainkan solusi potensial untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan varietas unggul. Dengan meningkatnya tekanan perubahan iklim, peran Oryza rufipogon menjadi semakin krusial bagi keberlanjutan pertanian.
Baca Juga : Keanekaragaman Jenis Padi (Oryza) di Indonesia
Oryza rufipogon sebagai Cadangan Genetik Indonesia
Keberadaan Oryza rufipogon di alam liar Indonesia merupakan cadangan genetik yang sangat berharga dan tidak tergantikan. Spesies ini menyimpan potensi gen toleransi terhadap cekaman lingkungan seperti banjir, kekeringan, dan serangan penyakit, yang sangat dibutuhkan dalam pengembangan padi masa depan.
Sayangnya, habitat alami Oryza rufipogon semakin terancam oleh alih fungsi lahan, pembangunan, dan degradasi lingkungan. Jika tidak dilindungi, Indonesia berisiko kehilangan sumber genetik penting yang dapat membantu menjawab tantangan ketahanan pangan di masa depan. Oleh karena itu, konservasi Oryza rufipogon harus menjadi bagian dari strategi pertanian nasional.
Dengan menjaga keberadaan Oryza rufipogon di alam dan memanfaatkannya secara bijak dalam riset pemuliaan, Indonesia memiliki peluang besar untuk menghasilkan varietas padi unggul yang lebih adaptif, tahan penyakit, dan ramah lingkungan. Oryza rufipogon bukan sekadar tanaman liar, melainkan fondasi biologis bagi keberlanjutan pangan generasi mendatang.
Baca Informasi Lengkap Lainnya Seputar Dunia Pertanian Hanya di Buletin Pertanian Agrinow!