Rumah Tani – Budidaya ikan lele merupakan salah satu usaha perikanan air tawar yang paling diminati karena perawatannya relatif mudah dan permintaan pasar yang stabil, namun di balik potensi tersebut terdapat tantangan besar berupa Penyakit yang dapat menyerang ikan kapan saja. Penyakit pada ikan lele tidak hanya berdampak pada pertumbuhan yang terhambat, tetapi juga bisa menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan jika tidak ditangani dengan benar. Oleh karena itu, pemahaman yang baik mengenai jenis Penyakit, penyebab, serta cara pencegahannya menjadi bekal wajib bagi setiap pembudidaya, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman.
Salah satu kelompok Penyakit yang sering muncul dalam budidaya ikan lele adalah Penyakit akibat parasit, khususnya parasit ektoparasit yang menyerang bagian luar tubuh ikan. Penyakit jenis ini kerap dianggap sepele karena tingkat kematian ikan yang ditimbulkan relatif lebih rendah dibandingkan infeksi bakteri atau virus. Namun, dampak jangka panjang dari Penyakit parasit tidak boleh diremehkan, sebab luka pada kulit dan insang ikan dapat menjadi pintu masuk bagi infeksi sekunder yang jauh lebih berbahaya.
Gambaran Umum Penyakit Parasit pada Ikan Lele
Secara umum, Penyakit parasit pada ikan lele bersifat ektoparasitik, artinya parasit hidup dan berkembang di permukaan tubuh ikan seperti kulit, sirip, dan insang. Penyakit ini biasanya muncul ketika kondisi lingkungan kolam tidak ideal, misalnya kualitas air menurun, kepadatan ikan terlalu tinggi, atau manajemen pakan yang kurang tepat. Dalam kondisi seperti ini, daya tahan tubuh ikan menurun sehingga parasit lebih mudah berkembang dan menimbulkan Penyakit.
Walaupun mortalitas akibat Penyakit parasit sering kali lebih rendah, dampak yang ditimbulkan bisa bersifat kronis dan melemahkan kondisi ikan secara perlahan. Ikan yang terus-menerus mengalami iritasi akibat parasit akan mengalami stres, nafsu makan menurun, dan pertumbuhan menjadi tidak optimal. Penyakit ini juga menyebabkan ikan lebih rentan terhadap infeksi bakteri dan jamur yang memanfaatkan luka terbuka sebagai jalan masuk ke dalam tubuh ikan.
Buku ini memuat berbagai aspek tentang budi daya ikan lele di kolam terpal yang disampaikan secara ringkas sehingga mudah untuk dipahami oleh peternak pemula.
Rp. 35.000
Pemahaman mengenai siklus hidup parasit sangat penting dalam pengendalian Penyakit ini. Banyak pembudidaya hanya fokus mengobati ikan yang sudah menunjukkan gejala, tanpa memperhatikan fase parasit di lingkungan kolam. Akibatnya, Penyakit sering kambuh kembali karena parasit masih bertahan di air atau dasar kolam dan siap menginfeksi ikan berikutnya.
Ichthyophthirius multifiliis (White Spot) sebagai Penyakit Parasit Utama
Salah satu Penyakit parasit yang paling dikenal dan sering menyerang ikan lele adalah white spot yang disebabkan oleh protozoa bersilia bernama Ichthyophthirius multifiliis. Penyakit ini sangat dipengaruhi oleh suhu air, di mana suhu di bawah 25°C dapat memicu perkembangan parasit secara masif. Pada kondisi tersebut, parasit berkembang cepat dan menyebabkan infeksi yang meluas dalam waktu singkat.
Baca Juga : Memahami Mekanisme Infeksi dan Gejala Klinis Penyakit Bakteri pada Budidaya Lele
Ciri khas Penyakit white spot adalah munculnya bintik-bintik putih kecil pada permukaan tubuh ikan yang terlihat jelas secara kasat mata. Bintik putih ini sebenarnya adalah parasit yang hidup di bawah lapisan epidermis ikan dan memakan jaringan inang. Penyakit ini sering menyerang kolam yang mengalami fluktuasi suhu mendadak, misalnya akibat hujan lebat atau pergantian air tanpa penyesuaian suhu.
Selain faktor suhu, kualitas air juga sangat memengaruhi tingkat keparahan Penyakit white spot. Air yang keruh, kaya bahan organik, dan memiliki kadar oksigen terlarut rendah akan mempercepat siklus hidup parasit. Oleh karena itu, menjaga kestabilan lingkungan kolam menjadi langkah awal yang sangat penting dalam mencegah Penyakit ini.
Siklus Hidup Ichthyophthirius multifiliis dan Dampaknya
Siklus hidup Ichthyophthirius multifiliis terdiri dari empat tahap kritis yang masing-masing berperan dalam penyebaran Penyakit. Tahap pertama adalah tahap parasit atau trophont, di mana parasit hidup di bawah kulit ikan dan menyebabkan iritasi serta bintik putih. Pada fase ini, parasit relatif terlindungi dari obat-obatan sehingga pengobatan Penyakit sering kali kurang efektif jika hanya menyasar tahap ini.
Tahap kedua adalah tahap precyste, yaitu ketika parasit dewasa melepaskan diri dari tubuh ikan dan berenang bebas di air. Pada fase ini, Penyakit mulai menyebar ke lingkungan kolam karena parasit dapat berpindah tempat dengan mudah. Tahap ini berlangsung singkat, tetapi sangat menentukan dalam siklus Penyakit karena menjadi jembatan menuju fase reproduksi.
Baca Juga : Strategi Formulasi Pakan Mandiri dan Manajemen Mutu untuk Pembudidaya Lele Berkelanjutan
Tahap ketiga adalah tahap cyste atau tomont, di mana parasit menempel pada substrat atau dasar kolam dan membentuk kista. Di dalam kista ini, parasit membelah diri menjadi ribuan individu baru. Tahap keempat adalah tahap postcyste atau theront, saat parasit muda keluar dari kista dan aktif mencari inang baru. Pada fase inilah Penyakit sangat menular dan dapat menginfeksi banyak ikan dalam waktu singkat.