Selain pakan, air minum juga sangat penting dalam sistem ternak ayam pedaging. Ayam harus mendapatkan air minum bersih sepanjang waktu atau secara ad libitum. Jika ayam mengalami kekurangan air minum, nafsu makan mereka akan menurun drastis sehingga pertumbuhan menjadi tidak optimal. Oleh karena itu, tempat minum harus selalu diperiksa dan dibersihkan setiap hari agar tetap higienis.
Manajemen Pemeliharaan Harian dan Masa Brooding
Dalam usaha ternak ayam pedaging, masa brooding atau pemeliharaan anak ayam merupakan fase paling kritis. Masa ini berlangsung sekitar 1 hingga 14 hari pertama setelah DOC masuk ke kandang. Pada fase ini, sistem pencernaan dan pernapasan ayam masih belum berkembang sempurna sehingga mereka sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan.
Pengaturan suhu menjadi faktor penting dalam sistem ternak ayam pedaging selama masa brooding. Jika suhu kandang terlalu dingin, anak ayam akan berkumpul di bawah pemanas. Sebaliknya, jika suhu terlalu panas, ayam akan menjauh dari sumber panas dan terlihat terengah-engah. Kondisi ideal ditandai dengan anak ayam yang menyebar merata di dalam kandang.
Penerangan juga memiliki peran penting dalam pemeliharaan ternak ayam pedaging. Pada minggu pertama, lampu biasanya dinyalakan selama 24 jam penuh agar anak ayam mudah menemukan pakan dan air minum. Cahaya yang cukup juga membantu merangsang aktivitas makan sehingga pertumbuhan ayam bisa lebih cepat.
Selain itu, biosekuriti harus diterapkan secara ketat dalam usaha ternak ayam pedaging. Area sekitar kandang harus disemprot desinfektan secara rutin untuk mencegah penyebaran penyakit. Vaksinasi juga perlu dilakukan sesuai jadwal, misalnya vaksin Newcastle Disease pada umur sekitar 4 hari serta vaksin Gumboro pada umur sekitar 12 hari.
Menghindari Kesalahan dalam Beternak Ayam Pedaging
Banyak peternak pemula mengalami kerugian dalam usaha ternak ayam pedaging karena melakukan kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari. Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah kepadatan kandang yang terlalu tinggi. Idealnya, kepadatan kandang pada sistem open house sekitar 8 hingga 10 ekor ayam per meter persegi.
Jika kepadatan terlalu tinggi dalam usaha ternak ayam pedaging, ayam akan mengalami stres karena ruang gerak yang terbatas. Kondisi ini juga memicu persaingan pakan serta meningkatkan produksi gas amonia dari kotoran ayam. Gas amonia yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan pernapasan pada ayam.
Kesalahan lain dalam usaha ternak ayam pedaging adalah manajemen litter yang buruk. Sekam yang basah dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur. Oleh karena itu, sekam yang menggumpal atau basah harus segera dibalik atau diganti agar kondisi kandang tetap kering dan sehat.
Masa Panen dan Strategi Pemasaran Ayam Pedaging
Dalam usaha ternak ayam pedaging, masa panen biasanya dilakukan ketika ayam berumur sekitar 30 hingga 35 hari. Pada usia tersebut, bobot ayam biasanya sudah mencapai 1,5 hingga 2 kilogram per ekor sehingga siap dipasarkan. Panen yang tepat waktu sangat penting agar biaya pakan tidak terus meningkat tanpa menghasilkan pertambahan bobot yang signifikan.
Baca Juga : Peternakan, Penopang Utama dalam Ketahanan Pangan Indonesia
Sebelum proses panen dalam usaha ternak ayam pedaging, pemberian obat atau antibiotik harus dihentikan sekitar 5 hingga 7 hari sebelumnya. Hal ini bertujuan untuk menghindari residu bahan kimia pada daging ayam yang dapat membahayakan konsumen. Selain itu, tempat pakan biasanya diangkat sekitar 2 hingga 3 jam sebelum ayam ditangkap.
Proses penangkapan dalam usaha ternak ayam pedaging sebaiknya dilakukan pada malam atau pagi hari ketika suhu udara lebih sejuk. Ayam sebaiknya ditangkap pada bagian kaki agar tidak menyebabkan memar pada daging. Setelah dipanen, ayam dapat langsung dipasarkan ke pasar tradisional, rumah potong ayam, restoran, atau dijual melalui pengepul.
Strategi pemasaran yang baik akan sangat membantu meningkatkan keuntungan usaha ternak ayam pedaging. Beberapa peternak bahkan menjalin kemitraan dengan perusahaan integrator agar mendapatkan jaminan harga yang lebih stabil. Dengan manajemen yang tepat, usaha ini tidak hanya menghasilkan keuntungan, tetapi juga dapat menjadi sumber pendapatan jangka panjang yang menjanjikan.
Baca Informasi Lengkap Lainnya Seputar Dunia Pertanian Hanya di Buletin Pertanian Agrinow!