Pertanian

Penyakit Tanama Terong yang Paling Merugikan dan Cara Memahaminya Sejak Dini

Penyakit Tanama Terong yang Paling Merugikan dan Cara Memahaminya Sejak Dini

Metode sederhana ini sangat membantu petani dalam membedakan Penyakit Tanama Terong akibat bakteri dengan layu yang disebabkan oleh faktor lain. Dengan diagnosis yang tepat, petani dapat segera mengambil langkah pengendalian yang sesuai.

Layu Fusarium sebagai Penyakit Tanama Terong yang Berkembang Perlahan

Selain layu bakteri, Penyakit Tanama Terong juga sering disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum f. sp. melongenae. Penyakit ini sama-sama menyerang sistem pembuluh, tetapi memiliki perkembangan gejala yang lebih lambat.

Pada Penyakit Tanama Terong akibat layu fusarium, gejala awal biasanya berupa daun bagian bawah yang menguning secara bertahap. Kelayuan kemudian menyebar ke bagian atas tanaman, membuat kondisi tanaman memburuk secara perlahan.

Jika batang tanaman dipotong melintang, Penyakit Tanama Terong ini ditandai dengan perubahan warna jaringan xilem menjadi cokelat tua atau merah bata. Ciri ini menjadi pembeda penting dengan layu bakteri di lapangan.

Virus Kuning dan Dampaknya pada Penyakit Tanama Terong

Virus kuning atau begomovirus merupakan Penyakit Tanama Terong yang menyerang sistem fisiologis tanaman dan menyebabkan gangguan pertumbuhan yang serius. Penyakit ini ditularkan oleh serangga vektor, terutama kutu kebul, yang sangat aktif di lingkungan panas.

Gejala Penyakit Tanama Terong akibat virus kuning meliputi mosaik kuning pada daun, penebalan tulang daun, daun mengeriting, dan ruas tanaman yang memendek. Akibatnya, tanaman terlihat kerdil dan tidak mampu menghasilkan buah secara optimal.

Berbeda dengan penyakit lain, Penyakit Tanama Terong yang disebabkan virus tidak dapat disembuhkan dengan pestisida. Langkah terbaik adalah mencabut tanaman terinfeksi dan mengendalikan populasi kutu kebul sejak dini.

Antraknosa sebagai Penyakit Tanama Terong pada Buah

Antraknosa yang disebabkan oleh Colletotrichum sp. merupakan Penyakit Tanama Terong yang banyak menyerang buah, terutama saat kondisi lingkungan lembap. Penyakit ini sering muncul menjelang panen dan dapat menyebabkan kerugian besar.

Baca Juga : Kenapa Daun Terong Terlihat Seperti Terbakar? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Gejala Penyakit Tanama Terong ini berupa bercak bulat cekung dengan tekstur lunak pada permukaan buah. Seiring waktu, bercak membesar dan menurunkan kualitas buah sehingga tidak layak jual.

Pada kondisi lembap, Penyakit Tanama Terong jenis antraknosa ditandai dengan munculnya kumpulan spora berwarna merah jambu atau oranye di tengah bercak. Spora ini mudah menyebar melalui percikan air hujan.

Pentingnya Pencegahan Penyakit Tanama Terong Sejak Awal

Mengingat sebagian besar Penyakit Tanama Terong sulit disembuhkan, strategi pencegahan menjadi langkah paling efektif dan ekonomis. Pencegahan dapat dilakukan melalui penggunaan benih sehat, sanitasi lahan, dan pengelolaan air yang baik.

Rotasi tanaman dengan jenis non-solanaceae juga sangat dianjurkan untuk menekan populasi patogen Penyakit Tanama Terong di dalam tanah. Selain itu, pengapuran tanah dan perbaikan drainase dapat mengurangi risiko infeksi.

Dengan pemahaman yang baik tentang Penyakit Tanama Terong dan penerapan pencegahan yang tepat, petani dapat menjaga produktivitas tanaman terong secara berkelanjutan. Penyakit memang tidak selalu bisa dihindari, tetapi dampaknya dapat diminimalkan dengan pengetahuan yang benar.

Baca Informasi Lengkap Lainnya Seputar Dunia Pertanian Hanya di Buletin Pertanian Agrinow!

Related posts

Jati Batoro, Etnobiologi Inspiratif di Indonesia

Editor

Mengenal Lebih Dekat Mamey Sapote (Pouteria sapota)

Rumah Tani

Mengenal Teknik Budidaya dan Manfaat Hortensia

Rumah Tani

1 comment

Mengenal Penyakit Layu Bakteri pada Tanaman Hortikultura 5 Januari 2026 at 00:27

[…] Penyakit Tanama Terong yang Paling Merugikan dan… […]

Reply

Leave a Comment